Hukum Mengagungkan Kuburan




Ulama Madzhab Syafi'i :
"Saudaraku Shahabat Khazanah yang mulia, ketahuilah bahwa syirik adalah dosa besar diurutan pertama. Dan asal kesyirikan bermula dari pengkultusan terhadap kuburan." 


Simaklah penuturan beberapa ulama dari madzhab Syafi'i yang melarang keras mengagungkan kuburan.

Sayangnya, Umat Islam di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i seperti acuh terhadap perkataan ulama mereka dan bahkan seolah olah menentang perkataan ulama mereka sendiri yang harusnya mereka hormati.


Ulama besar ahli tafsir yang bermadzhab syafi’i, Imam al-Hafidz Ibnu Katsir berkata:
“Asal penyembahan terhadap berhala adalah sikap berlebihan (dalam mengagungkan) kuburan dan penghuninya”. Al-Bidayah wan Nihayah : X/703)

Imam Nawawi menjelaskan : 
“Barangsiapa terbetik dalam benaknya bahwa mengusap dengan tangan dan semisalnya lebih mendatangkan barakah, maka keyakinan itu tidak lain bersumber dari kebodohan dia dan kelalaiannya sebab keberkahan itu hanya bisa didapat dengan melaksanakan syariat. Bagaimana mungkin keutamaan diupayakan dengan perbuatan yang bertolak belakang dengan kebenaran ?! (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:VIII/275)

Imam al-Ghazali (w.505H) berkata : “Sesungguhnya mengusap dan mencium kuburan merupakan adat kaum yahudi dan nasrani”. (Ihya’ Ulumuddin I/254).

Dan dalam kitabnya yang sangat bagus al-Maqrizi asy-Syafi’i (w. 845 H) berkata:
“Syirik dalam bentuk perbuatan seperti sujud kepada selain Allah, Thawaf bukan di Baitullah (Ka’bah), Mencukur rambut dalam rangka beribadah dan tunduk kepada selain Allah, mencium batu selain hajar aswad yang ia sebelah kanan Allah di bumi, mencium kuburan atau mengusapnya dan sujud kepadanya”. (Tajridut Tauhid al-Mufid hal. 31).

Sayangnya, Umat Islam di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i yang berusaha memutarbalikan kata-kata imam mereka sendiri. 

Kita Berlindung kepada Allah dari Syirik yang kita ketahui dan tidak kita ketahui...
Kebenaran akan terlihat dan kemaksiatan akan terbongkar. Allah bersama orang-orang yang sabar